Lompat ke konten utama

International Registration of System

Gambar: Apakah UMKM bisa mendapatkann sertifikasi ISO?

Banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menganggap bahwa sertifikasi ISO hanya diperuntukkan bagi perusahaan besar dengan jumlah karyawan yang banyak, struktur organisasi yang kompleks, dan dokumentasi yang sangat lengkap. Dari anggapan tersebut, kemudian muncul pertanyaan yang cukup sering terdengar:

“Kami kan masih UMKM. Memangnya bisa mendapatkan sertifikasi ISO?”

Pertanyaan tersebut sebenarnya cukup masuk akal. Sebab, sertifikasi ISO memang lebih sering kita lihat pada perusahaan-perusahaan besar yang sudah memiliki sistem kerja dan struktur organisasi yang relatif kompleks.

Namun, apakah ukuran perusahaan benar-benar menjadi batasan untuk mendapatkan sertifikasi ISO?

Jawabannya, tidak.

UMKM tetap dapat mendapatkan sertifikasi ISO selama mampu menerapkan sistem manajemen yang sesuai dengan persyaratan standar yang dipilih dan dapat menunjukkan bukti bahwa sistem tersebut telah dijalankan secara efektif.

Dengan kata lain, persoalannya bukan semata-mata tentang seberapa besar sebuah perusahaan, tetapi tentang bagaimana perusahaan tersebut menjalankan proses bisnisnya.

Jumlah karyawan, struktur organisasi, dokumentasi, hingga kompleksitas proses memang dapat menjadi bagian yang diperhatikan dalam penerapan sistem manajemen. Namun, hal-hal tersebut tidak serta-merta membuat sebuah UMKM tidak dapat memperoleh sertifikasi ISO.

Justru, ketika sebuah usaha mulai berkembang, kebutuhan untuk memiliki sistem kerja yang lebih terstruktur biasanya mulai muncul dengan sendirinya. Pelanggan bertambah, karyawan semakin banyak, proses kerja semakin kompleks, dan tuntutan dari pelanggan atau mitra bisnis pun bisa ikut meningkat.

Pada titik inilah sertifikasi ISO mulai menjadi sesuatu yang menarik untuk dipertimbangkan oleh UMKM.

Lantas, sebenarnya apa yang membuat UMKM bisa mendapatkan sertifikasi ISO, dan apakah perusahaan kecil perlu memenuhi persyaratan yang sama seperti perusahaan besar?

ISO Tidak Hanya untuk Perusahaan Besar

Anggapan bahwa sertifikasi ISO hanya ditujukan untuk perusahaan besar sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Standar ISO dapat diterapkan oleh berbagai jenis organisasi, terlepas dari ukuran, jumlah karyawan, maupun bidang usahanya, selama persyaratan standar yang relevan dapat diterapkan dalam konteks organisasi tersebut.

Hal ini penting untuk dipahami karena ISO pada dasarnya tidak menetapkan bahwa sebuah perusahaan harus memiliki ratusan karyawan, gedung yang besar, atau struktur organisasi yang rumit untuk dapat menerapkan sistem manajemen.

Yang menjadi perhatian adalah bagaimana organisasi mengelola proses yang dimilikinya.

Sebuah perusahaan manufaktur dengan ratusan karyawan tentu memiliki sistem kerja yang berbeda dengan UMKM yang hanya memiliki belasan karyawan. Begitu pula perusahaan jasa, distributor, kontraktor, maupun usaha yang bergerak di bidang pangan. Masing-masing memiliki proses, risiko, tanggung jawab, dan kebutuhan yang berbeda.

Karena itu, penerapan sistem manajemen tidak seharusnya dibuat dengan pendekatan yang sama persis untuk setiap organisasi.

Yang diperlukan adalah sistem yang sesuai dengan ukuran, struktur, proses, dan kondisi organisasi, tetapi tetap memenuhi persyaratan standar ISO yang dipilih.

Ketika Bisnis Mulai Berkembang, Sistem Kerja Ikut Diuji

Pada tahap awal menjalankan usaha, banyak UMKM dapat beroperasi dengan cara yang relatif sederhana. Pemilik mungkin masih terlibat langsung dalam hampir setiap keputusan. Jika ada pelanggan yang menyampaikan keluhan, masalah dapat segera ditanyakan kepada orang yang mengerjakan pesanan tersebut. Jika ada perubahan proses, pemilik bisa langsung menyampaikannya kepada beberapa karyawan yang terlibat.

Cara kerja seperti ini tentu tidak menjadi masalah ketika skala bisnis masih kecil.

  • Persoalannya mulai muncul ketika perusahaan berkembang.
  • Jumlah pelanggan bertambah.
  • Karyawan mulai bertambah.
  • Pesanan semakin banyak dan proses kerja menjadi lebih panjang.
  • Pemilik usaha tidak lagi dapat mengawasi seluruh aktivitas secara langsung seperti sebelumnya.

Pada kondisi seperti ini, cara kerja yang sebelumnya terasa praktis dapat mulai menimbulkan persoalan.

Satu karyawan mungkin memahami suatu proses dengan cara berbeda dari karyawan lainnya. Informasi penting bisa tidak tersampaikan. Kesalahan yang sama dapat terjadi berulang kali. Bahkan, ketika seorang karyawan yang selama ini memegang suatu pekerjaan keluar dari perusahaan, pengetahuan mengenai proses tersebut bisa ikut hilang.

Di sinilah kebutuhan terhadap sistem kerja yang lebih terstruktur mulai terasa.

Sertifikasi ISO kemudian tidak hanya dapat dilihat sebagai sebuah persyaratan dari pelanggan atau tambahan pada profil perusahaan. Penerapan sistem manajemen dapat menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan bahwa proses bisnis tetap berjalan secara konsisten meskipun organisasi terus berkembang.

ISO Bukan Sekadar Sertifikat di Dinding Ada satu hal lain yang juga perlu diluruskan

Ketika mendengar istilah sertifikasi ISO, sebagian orang mungkin langsung membayangkan sebuah sertifikat yang nantinya dipajang di kantor atau dicantumkan dalam profil perusahaan.

Padahal, sertifikat hanyalah salah satu hasil dari proses tersebut. Hal yang lebih penting adalah sistem yang berada di balik sertifikat itu sendiri. Misalnya, sebuah UMKM memiliki prosedur untuk memastikan kualitas produknya tetap konsisten. Prosedur tersebut tidak akan banyak berarti jika hanya dibuat sebagai dokumen untuk memenuhi kebutuhan audit, tetapi tidak pernah benar-benar digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Begitu pula dengan pencatatan, evaluasi, pengendalian risiko, penanganan ketidaksesuaian, hingga upaya perbaikan. Semua itu perlu menjadi bagian dari sistem yang benar-benar diterapkan oleh organisasi.

Tidak Semua UMKM Membutuhkan Standar ISO yang Sama

Setelah memahami bahwa ukuran perusahaan bukan menjadi penghalang, pertanyaan berikutnya adalah: ISO yang mana? Tidak ada satu standar ISO yang otomatis cocok untuk semua UMKM. Kebutuhan sebuah perusahaan manufaktur tentu berbeda dengan perusahaan jasa. UMKM yang memproduksi makanan juga memiliki kebutuhan yang berbeda dengan kontraktor atau perusahaan yang aktivitasnya memiliki risiko keselamatan kerja. Karena itu, pemilihan standar sebaiknya dimulai dari kebutuhan bisnis, bukan sekadar mengikuti perusahaan lain. Jika tantangan utama perusahaan berkaitan dengan konsistensi kualitas produk atau layanan, misalnya, ISO 9001 dapat menjadi salah satu standar yang relevan untuk dipertimbangkan.

Sementara itu, organisasi yang memiliki aktivitas dengan risiko keselamatan dan kesehatan kerja dapat mempertimbangkan ISO 45001. Bagi organisasi yang perlu mengelola aspek dan dampak lingkungan, ISO 14001 dapat menjadi pilihan. Sedangkan bagi pelaku usaha di sektor pangan, ISO 22000 berkaitan dengan sistem manajemen keamanan pangan.

ISO Bukan Tentang Seberapa Besar Perusahaan, tetapi Seberapa Siap Sistemnya

Pada akhirnya, pertanyaan “Apakah UMKM bisa mendapatkan sertifikasi ISO?” sebenarnya memiliki jawaban yang cukup sederhana: bisa.

Namun, mendapatkan sertifikasi ISO bukan berarti perusahaan harus terlebih dahulu berubah menjadi organisasi besar dengan struktur yang rumit. Sebuah UMKM dapat mulai dari sistem yang memang sudah dimilikinya, kemudian mengidentifikasi bagian yang perlu diperbaiki, menyesuaikannya dengan persyaratan standar, menerapkannya secara konsisten, dan melakukan evaluasi secara berkala. Karena itu, mungkin sudah waktunya mengubah cara pandang terhadap ISO.

Siap Mempersiapkan Sertifikasi ISO untuk UMKM Anda?

Sertifikasi ISO tidak hanya diperuntukkan bagi perusahaan berskala besar. UMKM juga dapat membangun sistem manajemen yang sesuai dengan kebutuhan bisnisnya dan memperoleh sertifikasi melalui proses audit oleh Certification Body.

IRS Certification menyediakan layanan sertifikasi ISO untuk berbagai jenis organisasi dan skala usaha.

Jika Anda ingin mengetahui standar ISO yang sesuai, estimasi audit, persyaratan, dan biaya sertifikasi untuk perusahaan Anda, hubungi tim IRS Certification untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.