- Agustus 18, 2026
- sifa fauziah
- 9:32 AM
Banyak perusahaan mengira bahwa memiliki SOP lengkap merupakan syarat utama sebelum bisa mengajukan sertifikasi ISO tanpa SOP. Padahal, perusahaan yang belum memiliki SOP tetap dapat mempersiapkan diri untuk sertifikasi ISO.
Yang menjadi perhatian dalam penerapan ISO bukan sekadar jumlah SOP yang dimiliki perusahaan, melainkan bagaimana proses kerja dijalankan, dikendalikan, didokumentasikan, dan dievaluasi.
Belum Punya SOP Bukan Berarti Belum Bisa ISO
Dalam ISO 9001:2015, perusahaan tidak diwajibkan memiliki SOP untuk setiap aktivitas. Standar ini menggunakan konsep documented information, sehingga bentuk dokumentasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing perusahaan.
Artinya, perusahaan tidak perlu membuat puluhan SOP hanya agar terlihat siap menghadapi audit. Dokumentasi yang dibuat justru harus membantu karyawan menjalankan pekerjaan secara konsisten.
Langkah Mempersiapkan Sertifikasi ISO tanpa SOP
Jika perusahaan selama ini belum memiliki SOP, langkah pertama adalah memetakan proses kerja yang sudah berjalan. Misalnya proses penjualan, pembelian, produksi, pemeriksaan kualitas, hingga pelayanan pelanggan.
Dari proses tersebut kemudian dapat ditentukan siapa yang bertanggung jawab, bagaimana proses dilakukan, dokumen apa yang diperlukan, dan bukti apa yang harus disimpan.
Setelah sistem tersebut dibuat, perusahaan perlu menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari. Hal ini penting karena auditor tidak hanya melihat dokumen, tetapi juga akan melihat apakah sistem yang ditetapkan benar-benar diterapkan.
Apakah semua proses harus Memiliki SOP?
Tidak selalu.
Kebutuhan dokumentasi setiap perusahaan dapat berbeda. Proses yang kompleks atau memiliki risiko tertentu mungkin membutuhkan SOP atau instruksi kerja yang lebih rinci. Sementara proses sederhana dapat dikendalikan dengan bentuk dokumentasi lain yang sesuai.
Karena itu, membuat SOP sebanyak mungkin bukanlah tujuan utama sertifikasi ISO. Yang lebih penting adalah memastikan proses perusahaan berjalan secara konsisten dan dapat dibuktikan.
Bagaimana Auditor menilainya?
Saat audit sertifikasi, auditor akan melihat hubungan antara sistem yang ditetapkan dengan praktik di lapangan.
Misalnya, jika perusahaan memiliki prosedur pembelian, auditor dapat melihat bagaimana perusahaan memilih pemasok, melakukan pemesanan, menerima barang, dan menangani ketidaksesuaian.
Auditor juga dapat meminta bukti dari proses tersebut. Jadi, perusahaan perlu memastikan bahwa apa yang tertulis dalam dokumen memang sesuai dengan apa yang dilakukan.
FAQ
Apakah perusahaan wajib memiliki SOP untuk mendapatkan sertifikasi ISO?
Tidak semua aktivitas perusahaan wajib memiliki SOP. Yang penting adalah perusahaan memiliki sistem dan dokumentasi yang diperlukan sesuai dengan persyaratan standar ISO serta mampu menerapkannya secara konsisten.
Apakah perusahaan yang baru berdiri bisa mendapatkan sertifikasi ISO?
Bisa, selama perusahaan telah memiliki proses operasional yang dapat diaudit dan mampu memenuhi persyaratan standar ISO yang dipilih.
Apakah semua SOP harus selesai sebelum audit sertifikasi ISO?
Dokumentasi yang diperlukan harus sudah dipersiapkan dan diterapkan sebelum audit. Namun, perusahaan tidak harus membuat SOP untuk setiap aktivitas jika memang tidak diperlukan oleh sistem manajemen.
Apa yang harus dilakukan jika perusahaan belum memiliki SOP?
Perusahaan dapat memulai dengan memetakan proses bisnis, menentukan tanggung jawab, mengidentifikasi kebutuhan dokumentasi, kemudian menerapkan dan mengevaluasi sistem tersebut sebelum menjalani audit sertifikasi.
Siap Mempersiapkan Sertifikasi ISO?
Belum memiliki SOP bukan berarti perusahaan Anda belum siap untuk mendapatkan sertifikasi ISO. Dengan persiapan yang tepat, perusahaan dapat membangun sistem manajemen yang sesuai dengan proses bisnis dan persyaratan standar ISO.
IRS Certification Indonesia menyediakan layanan sertifikasi ISO untuk berbagai jenis organisasi dan sektor industri, termasuk ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, ISO 22000, dan standar lainnya.
Ingin mengetahui standar ISO yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda? Hubungi tim IRS Certification Indonesia untuk mendapatkan informasi mengenai persyaratan, proses, dan tahapan sertifikasi ISO.